lena adalah perempuan


Blog For Free!


Archives
Home
2005 March

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



miss u
03.29.05 (1:24 am)   [edit]
i miss u..........really miss u..though u hurt me,but i'll never leave u
 
menggugat prostitusi
03.29.05 (1:21 am)   [edit]

Saya pernah membaca artikel seorang mahasiswa di Bandung yang dipublikasikan di internet, bunyinya begini "Penyiksaan, pelecehan dan pengeksploitasian tubuh indah seorang perempuan yang terjadi dewasa ini kadang dianggap sebagai hal yang biasa dan disadari oleh perempuannya itu sendiri, serta dianggap sebagai suatu resiko yang harus diambil jika tidak mau gagal" (Iwan Hermawan, Kedudukan dan Nilai Perempuan, artikel pendidikan network). Timbul pertanyaan dalam benak saya, benarkah demikian? Sebegitu parahnyakah budaya patriarkhis merasuk dalam pikiran masyarakat (yang bahkan populasi perempuannya lebih banyak dari laki-laki) sehingga dianggap perempuan pun sebenarnya merelakan bahkan menganggap lazim jika tubuhnya dieksploitasi sedemikian rupa. Tidakkah masyarakat mencoba melihat akar permasalahan kenapa perempuan sampai merelakan tubuhnya dieksploitasi? Kenapa perempuan sampai menjadi PSK (pekerja seks komersial)? Lebih jauh lagi, kenapa perempuan sampai harus memperhambakan dirinya dibawah telapak kaki kapitalisme yang male dominated?


Pada dasarnya masyarakat umum memahami bahwa tidak ada seorang perempuan pun yang berkeinginan dieksploitasi, apalagi sampai menjadi PSK. Karena dampak kemiskinan misalnya, seorang perempuan terpuruk secara sosial dan ekonomi, tidak bisa bekerja dimana-mana bahkan sekedar menjadi buruh cuci pun kesulitan, dan akhirnya terpuruk ke dunia PSK. Profesi PSK bukanlah pilihan. Tidak ada seorang perempuan yang bercita-cita menjadi PSK. Keadaan lah yang memaksa demikian. Perempuan miskin dan tidak terdidik masih sering melihat partisipasi dalam perdagangan seks sebagai satu-satunya cara untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi mereka (Barbara Watson, Historical Perspectives on Prostitution in Early Modern Southeast Asia).


Perempuan PSK bukanlah satu-satunya pemikul tanggung jawab ketika praktek prostitusi tumbuh subur di kota-kota besar (termasuk Banjarmasin). Alangkah lucunya jika untuk mengeliminir prostitusi maka dibuat peraturan pelarangan perempuan untuk keluar malam, dengan alasan perempuan yang berkeliaran berpotensi besar menjadi PSK. Lalu bagaimana dengan siang hari? Bukankah praktek prostitusi tidak hanya terjadi pada malam hari? Hal ini menempatkan perempuan pada posisi yang amat menyedihkan, yakni sebagai penggoda iman laki-laki. Meminjam kata-kata Dr. Musdah Mulia, Ketua Lembaga Kajian Agama dan Gender, "persoalannya, mengapa kepada perempuan kalau mau mencegah kemaksiatan ?". Ketika razia prostitusi, selalu perempuannya yang dikejar-kejar dan dibawa ke kantor polisi sebagai pihak yang bersalah sementara pihak laki-laki dibiarkan pergi begitu saja, alangkah bagusnya jika yang dirazia adalah laki-laki, disorot sebagaimana perempuan pekerja seks, mungkin hasilnya akan sangat menakjubkan.


Dalam hukum, prostitusi didefinisikan sebagai praktek penyewaan tubuh seseorang dengan tujuan melakukan hubungan seksual (tentu diluar nikah, karena nikah bukanlah praktek sewa menyewa atau jual beli tubuh)(lihat ensiklopedia feminisme, Maggie Humm). Prostitusi adalah paradigma interaksi lain antara perempuan dan laki-laki. Sebagaimana praktek sewa menyewa, prostitusi tidak akan ada bila tidak ada pihak yang menyewa dan disewa. Bila pihak yang menyewa (dan faktor-faktor pendukungnya seperti diskotek, rumah-rumah bordil atau tempat-tempat penjualan minuman keras) berhasil dieliminir terlebih dulu, maka saya kira perempuan PSK sebagai pihak yang disewa pun akan ikut tereliminir dengan sendirinya. Ketika permintaan menurun, maka penawaran lama-kelamaan juga akan menurun. Tentunya pemerintah juga harus mengantisipasi dengan memberikan pendidikan-pendidikan ketrampilan serta menyediakan lahan-lahan kerja yang memadai dan halal bagi mereka.


Agama memegang peranan yang sangat penting untuk mengawal moral para laki-laki sehingga tidak tergoda untuk melakukan perzinahan dengan menyewa para PSK untuk melayani nafsu mereka. Sehingga bukan hanya perempuan saja yang diributkan mengalami keruntuhan moral dengan menjadi PSK, sementara laki-laki yang notabene pemakai tidak dianggap mengalami keruntuhan moral. Padahal sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, menjadi PSK bukanlah pilihan melainkan keterpaksaan, sedangkan memakai jasa PSK adalah pilihan, bisa dihindari secara mutlak oleh laki-laki.


Maka kita perlu menata lagi kebudayaan kita agar dapat merubah budaya patriarkhis yang menempatkan perempuan pada posisi tawar yang amat lemah. Salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan dan perlindungan yang memadai bagi perempuan sehingga mereka, sebagaimana juga laki-laki, dapat menentukan dengan bebas, sesuai dengan syari’at agama dan tanpa tekanan dari pihak atau sesuatu apapun, pilihan dalam menjalani hidup. Kenyataan memang tidak pernah mengubah, saya mengubahnya, anda mengubahnya, kita mengubahnya. Allah tidak akan pernah mengubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu berusaha mengubah nasib mereka sendiri.

 
adam dan hawwa
03.29.05 (1:20 am)   [edit]

Alangkah piciknya pemikiran mereka yang menganggap bahwa Hawa-lah yang menyebabkan keruntuhan iman Adam. Hawa-lah penggoda, dan sumber malapetaka yang menyebabkan diusirnya Adam (dan Hawa) dari surga. Pemikiran yang kemudian mendasari pemikiran-pemikiran mengenai subordinitas perempuan terhadap lelaki. Yang kemudian memicu terjadinya berbagai tindakan kekerasan terhadap perempuan, dan selalu sebagai pembenaran bahwa lelaki berada di jalur yang benar, dan perempuan selalu salah karena ketidakrasionalan mereka (?) dan kerawanan mereka untuk digoda oleh setan (memangnya laki-laki gak bisa digoda setan? buktinya pelaku kriminal terbanyak adalah laki-laki).


Al-Qur’an telah membebaskan manusia dari pemikiran yang menimpakan kesalahan kepada Hawa dengan menekankan bahwa yang terlibat dalam dosa yang menyebabkan mereka terusir adalah mereka sendiri, karena mereka berdua tergoda oleh setan. Kedua-duanya. Adam dan Hawa. Bacalah Allah berfirman:


"Lalu keduanya digelincirkan oleh syetan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula...." (Al Baqarah: 36)


Bukan semata-mata Hawwa yang memakan buah pohon itu, bukan dia yang memulai, tetapi kesalahan itu dari Adam dan Hawwa secara sama-sama, sebagaimana penyesalan dan taubat itu dilakukan oleh keduanya:


Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, maka pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (Al A'raf:23)


Bahkan di dalam ayat lain, kesalahan itu disandarkan kepada Adam saja:


"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat." (Thaha: 115)


"Kemudian syetan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam), dengan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa." (Thaha: 120)


"Dan durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia." (Thaha: 121)


 


"Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk." (Thaha: 122)


Ini semua membuktikan bahwa Adamlah yang berbuat maksiat, sedangkan isterinya sekedar mengikut. Akan tetapi bagaimanapun keadaannya, maka kesalahan Adam Hawa hanya mereka yang menanggung, sedangkan anak turunnya terlepas dari perbuatan itu dan dari dosanya. Karena dosa seseorang tidak bisa ditimpakan kepada orang lain. Allah SWT berfirman:


"Itu adalah ummat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al Baqarah1:134,141)


jadi bagaimana? Masih menyalahkan Hawa?


Tidak ada alasan untuk menganggap lelaki lebih baik daripada perempuan. Begitu juga sebaliknya. Kenyataan memang tidak pernah mengubah, aku mengubahnya, kamu mengubahnya, kita mengubahnya.


 

 
donald
03.29.05 (1:19 am)   [edit]

Aku ingin menulis surat panjang lebar padamu. Bercerita tentang kehidupan disini. Tentang kehidupanku yng baru. Sendirian. Tanpa siapa2.


Kamu mungkin ga tau bagaimana CINTA dapat mengubah kepribadian seseorang. Bagaimana cinta dapat menghancurkan pribadi seseorang dan menumbuhkan seseorang yang lain, yang baru. Terpisah dari tubuhnya yang lama. Tapi kupikir itu yang terjadi padaku sekarang.


Kadang aku berpikir, apa gunanya seseorang menangis. Tapi kini aku banyak menemukan ketenangan disitu (mungkin sekali-kali kamu perlu menangis untuk tahu betapa menyenangkan tangisan itu. Membuatmu tenang dan menidurkanmu dalam letih yang menentramkan). Sekarang aku sangat senang menangis. Kapanpun aku mau, aku bisa menangis. Bila aku sedang menyetir, membaca, melamun atau sedang mendengarkan kuliah, dan kupikir aku ingin menangis, maka aku menangis. Jangan beranggapan aku cengeng. Aku tidak lagi menganggap orang yang mudah menangis adalah cengeng. Melainkan sebaliknya. Aku adalah gadis yang kuat. Aku tahu pasti itu. Aku mampu melalui keadaan yang sesulit apapun karena aku mudah menangis. Menangis menumbuhkan kekuatan yang aku pun hampir2 tidak menyadarinya andai aku tidak suka menangis. Aku sangat menyukai menangis.


Mungkin kau pikir aku patah hati. Tidak. Aku tidak patah hati. Aku masih mencintai laki-laki yang membuatku mengerti dan mulai menyukai diriku sendiri karena terlahir sebagai perempuan. Dan aku tidak patah hati karena aku tahu pasti ia mencintaiku meski kami berpisah seperti ini. Ia mencintaiku dengan menyakitiku. Ia mencintaiku dan ia menghancurkan hidupnya karena cinta yang begitu kuat padaku. Ia mencintaiku. Dan aku mencintainya. Itu pun cukup bagiku.


Adalah aneh memulai hubungan lagi denganmu. Mengingat beberapa tahun terakhir kita saling menghindar (aku ingat ketika kamu makan di mi ayam disamping dema, dan aku ada disitu. Kita tidak saling melihat, tapi aku tahu kamu tahu aku ada, dan kamu tahu aku tahu kamu ada) Berbicara panjang lagi, membicarakan segalanya. Tapi, aku tahu aku dapat membicarakan semua denganmu. Bahkan mungkin sampai kita menikah,masing-masing dengan seseorang yang baru, punya anak dan cucu ,aku masih memerlukan seseorang sepertimu. Yang tidak menertawakan apa yang kutulis dan kuucapkan, dan menganggapku teman dekat bagi jiwamu (beritahu jika aku salah). Berjanjilah padaku bahwa kau akan menyayangiku. Perempuan membutuhkan perasaan disayangi untuk membuatnya merasa aman. Itu kupelajari sejak sekolah menengah. Dan perasaan disayangi itulah yang kemudian membuatku selalu mampu menahan semua rasa sakit dan kecewa. Yang membuat hidup dan keberadaanku sebagai perempuan menjadi sangat berarti bagiku. Yang selalu membuatku berusaha untuk merasa yakin bahwa keperempuananku adalah anugrah. Karena Allah menyayangiku maka Ia menjadikanku perempuan (itu terus menerus berusaha kuyakini).


Dan boleh aku tahu, bagaimana skripsimu? Dan apa rencanamu setelah tamat?


Aku sekarang disini. Seorang mahasiswi master hukum. Perempuan. Sendirian. Kuat

 
with or without u
03.29.05 (1:18 am)   [edit]

24 maret 2005


Belum pulang2 juga..aku benar2 dilanda bosan…bosan dan bosan…


Kemaren aku putus..dengan seseorang yang pernah kucintai tapi tak pernah mencintaiku..


Dia bilang mencintaiku..


Hm..bullshit!


Kupikir percintaan yang kami jalani adalah benar2 percintaan yang tidak wajar meski kami sama2 punya komitmen untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi..


Meresmikan di pernikahan.. (huahahaha..)


Bayangkan, berpacaran hampir tiga tahun lamanya tanpa saling bertemu even ONCE!! Whack!!


What kind of love it is?


Bahkan untuk bertemu sekalipun lelakiku itu menolak dengan alasan pekerjaan yang menumpuk (kupikir apalagi kalo aku sudah jadi istrinya, bisa2 punya anakpun ia nggak mau..)


Ingin bertemu dimana?


Batam


Aku takut pergi sendiri kesana


Kalo kamu memang ingin ketemu kamu ngga takut


Aku kan perempuan, kamu ga takut aku knapa2?


Kamu pasti bisa


Batam kan jauh, Bagaimana kalo surabaya?


Aku ga bisa meninggalkan pekerjaanku


Pokoknya ga di batam.


Pokoknya ga di Surabaya..


Dan akhirnya..


Ya sudah, aku capek..


Jadi maunya?


Putus aja..


Oke.aku ga rugi kok..


Bye


Percintaan macam apa ini? Kupikir aku memang ga mencintainya lagi..


sudah terkikis habis karena bertahun2 ga ada kepastian..hanya janji2 saja yang ia berikan..


Bertahun yang lalu ia sudah berkali2 berjanji akan menemuiku..


Di Jakarta..


Dan bahkan berjanji akan ke Banjarmasin..


Tapi untungnya aku ga percaya shingga ga terlalu kecewa..


Dan akhirnya sejak saat itu..


aku belajar mencintai seseorang yang lain…


yang mencintaiku..


yang berkorban untukku


dan membuatku mampu berkorban untuknya..


tapi..

 
m e d u s a
03.29.05 (12:58 am)   [edit]

once medusa was a goddess, but Poseidon raped her


Athena let Poseidon free n cursed poor Medusa


the beautiful and lovely Medusa hurted


and changed into rude and harmful Gorgoness


her hair were snakes


and her smile was devil


her eyes were fire, burn every man


Perseus killed her


but from her blood, born Pegasus.


who flied to the heaven...

 
agus
03.29.05 (12:55 am)   [edit]

im here


    u know that im behind ur back


    waiting..


    n pushing u through ur life


    i can't move, but my heart told me to do so


    but still i can hardly move..


    n u know why, because i love u..


 (on our "ulang bulan", 28 maret 2005, jam 00.00)

 
hurts...
03.24.05 (11:08 pm)   [edit]

:twisted:


24 Maret 2005. jam 10.55 malam waktu kuala lumpur.


 


Iwa calls me (IDD call!! Live from Jakarta!). Tell me how much he really cares n loves me. I don’t care I thought (coz he had someone else, n they preparing for getting married in A few months!!), but sometimes he  can help me out of my blue of having no one. Whack! Can u imagine that?! someone’s fiancee tell u that he’s really in love w/ u n wants to marry u!


Never hurt any woman….